MALL INFORMASI PELAYANAN PUBLIK KABUPATEN DEMAK

Sekda Demak, Kerja Sama Lintas Sektor Untuk Tekan Kasus TBC

DEMAK - Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) guna mencapai target eliminasi tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan Percepatan Penemuan Kasus TBC dan Peran Lintas Sektor/Program Menuju Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030 yang digelar di Gedung Grhadhika Bina Praja, Kamis (9/4/2026).

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan serius, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di Kabupaten Demak. Ia menyebut, persoalan TBC tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan, tetapi harus melibatkan semua pihak”, kata Sekda..

Hingga saat ini penemuan kasus TBC di Kabupaten Demak masih belum mencapai target. Meski demikian, angka keberhasilan pengobatan sudah cukup baik dan mendekati target nasional. Tantangan yang masih dihadapi adalah memastikan seluruh kasus dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani secara tuntas. Semakin cepat kasus ditemukan, maka penularan dapat segera dikendalikan. Sebaliknya, jika masih ada kasus yang belum terdeteksi, maka risiko penularan di masyarakat akan terus terjadi.

Untuk itu, Sekda menekankan beberapa langkah penting yang harus dilakukan bersama. Yang pertama, penguatan komitmen lintas sektor. Seluruh perangkat daerah diharapkan berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam penanggulangan TBC.

Kedua, optimalisasi penemuan kasus secara aktif (active case finding). Seluruh fasilitas kesehatan diminta melakukan skrining secara rutin, terutama pada kelompok berisiko seperti kontak erat pasien TBC dan penderita penyakit tertentu.

Ketiga, pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada. Alat Tes Cepat Molekuler (TCM) harus dimaksimalkan untuk mempercepat proses diagnosis.

Keempat, penguatan sistem pelaporan. Setiap kasus TBC harus tercatat dengan baik agar tidak ada pasien yang terlewat dalam penanganan.

Kelima, peningkatan peran masyarakat melalui pembentukan Desa Siaga TBC, agar masyarakat lebih mandiri dalam mencegah dan mengenali gejala TBC.

Keenam, kolaborasi dengan fasilitas kesehatan swasta, termasuk klinik dan praktik mandiri dokter, untuk memperluas jangkauan layanan dan penemuan kasus. (Red-kmf/apj).

Jumat, 10 April 2026 9:32