Properti Rumah Tangga di Irigasi, Hanya Tinggal Pakaian Melekat di Badan
DEMAK – Di tengah sibuknya warga Desa Trimulyo Kecamatan Guntur membersihkan rumah dan mencari barang berharga yang terhanyut akibat terseret arus air jebolnya Tanggul Sungai Tuntang, tak kalah sibuk para petugas irigasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana yang menggerahkan beberapa unit alat berat sepeti ekskavator dan buldoser untuk menutup tanggul Sungai Tuntang yang jebol, Selasa (7/4/26).
Beberapa petugas irigasi saat merapikan saluran irigasi di lokasi bencana menemukan beragam peralatan rumah tangga dan barang-barang lainnya milik warga terdampak.
Barang-barang tersebut hanyut terbawa derasnya air yang memporak porandakan belasan rumah dan mengakibatkan ribuan rumah tergenang.
Barang-barang yang ditemukan irigasi seperti peralatan dapur yakni panci, gelas, piring dan lain sebagainya. Bahkan ditemukan peralatan elektronik sepeti kipas angin, setrika, bahkan hingga sepeda.
Dari temuan barang-barang tersebut petugas menggumpulkan dalam satu titik dengan harapan warga yang merasa kehilangan dapat mengambilnya dan memanfaatkannya kembali.
Pantauan di lapangan, tidak sedikit barang-barang yang ditemukan dalam kondisi rusak karena terendam air bercampur tanah. Namun demikian masih banyak barang yang ditemukan dalam kondisi baik.
Salah satu korban bencana banjir Ismono (54) yang mengaku harta bendanya hanyut terbawa air hingga tidak tersisa. Dirinya menjelaskan hanya tinggal satu pakaian yang melekat ditubuhnya dan itupun sudah dipakai hingga awal bencana Jumat lalu hingga saat ini.
“Di tempat saya, barang-barang elektronik sudah hanyut semua. Bahkan celana dan baju ini saya pakai sejak awal kejadian hingga sekarang”, kata Ismono dengan nada pasrah.
Ia menjelaskan, peristiwa tanggul jebol di wilayahnya baru pertama kali terjadi. Kejadian begitu cepat, derasnya air dari titik yang jebol menghanyutkan seluruh harta benda, bahkan tetangganya juga kehilangan uang yang rencananya akan digunakan untuk hajatan.
Ismono berharap penanganan tanggul yang jebol ke depan dapat diperkuat agar warga merasa lebih aman dan tenang. Serta kondisi di desanya kembali normal seperti sediakala. (red-kmf/ist)
Rabu, 8 April 2026 11:15